pialadunia2026.cc - Piala Dunia 2026 semakin dekat, dan antusiasme penggemar sepak bola di seluruh dunia terus memuncak. Turnamen akbar ini akan digelar di tiga negara sekaligus — Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko — dengan persaingan yang lebih sengit dari edisi sebelumnya.
Namun, tak semua bintang lapangan hijau bisa ambil bagian. Beberapa nama besar justru dipastikan absen setelah gagal membawa negaranya lolos, meninggalkan kekecewaan bagi para penggemar dan pengamat sepak bola.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Robert Lewandowski. Striker asal Polandia itu harus menerima kenyataan pahit setelah timnya kalah di babak play-off, sekaligus menutup peluang tampil di Piala Dunia untuk kesempatan terakhir.
Kegagalan tersebut membuat masa depan internasional Lewandowski menjadi tanda tanya. Mengingat usianya yang kini menginjak 37 tahun, kesempatan berikutnya untuk berlaga di panggung terbesar sepak bola dunia kemungkinan besar akan sulit diraih. Selain Lewandowski, ada sejumlah pemain top lain yang juga harus menelan pil pahit dan dipastikan absen dari Piala Dunia 2026.
Baca Juga : Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Italia: Pemain Muda Bosnia Buat Bangga
1. Gianluigi Donnarumma
Gianluigi Donnarumma terus menunjukkan kualitasnya di level klub setelah pindah ke Manchester City dari Paris Saint-Germain dengan nilai transfer 26 juta pounds. Penampilannya di Premier League membuatnya tetap dianggap sebagai salah satu kiper terbaik di dunia saat ini.
Meski sukses di klub, prestasi tersebut tidak mampu diterjemahkan bersama tim nasional. Italia kembali gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis melalui adu penalti dari Bosnia-Herzegovina.
Bagi Donnarumma, ini menjadi pukulan berat. Kiper yang pernah meraih gelar Pemain Terbaik Euro 2020 itu harus menunda lagi impiannya tampil di Piala Dunia.
Kegagalan ini menambah catatan pahitnya bersama Gli Azzurri, karena ia juga tidak bisa membawa Italia lolos di edisi sebelumnya. Harapan bermain di panggung terbesar sepak bola dunia kembali tertunda.
2. Serhou Guirassy
Serhou Guirassy telah berkembang menjadi salah satu penyerang paling tajam di Eropa dalam beberapa musim terakhir. Ia mencatatkan 62 gol di Bundesliga selama tiga musim terakhir, menunjukkan konsistensi mencetak gol yang luar biasa.
Selain itu, Guirassy juga menjadi top skor Liga Champions 2024-25 dengan total 13 gol. Catatan ini menegaskan kemampuannya bersinar di level tertinggi kompetisi klub.
Sayangnya, prestasinya di klub tidak diikuti kesuksesan di kancah internasional. Guinea, negaranya, gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah tersingkir lebih awal di fase kualifikasi.
Kegagalan ini membuat Guirassy harus menunda mimpinya tampil di turnamen terbesar dunia. Meskipun tajam di klub, kesempatan membuktikan diri di panggung Piala Dunia tetap tertunda.
Baca Juga : Tanpa Italia dan Nigeria, Ini Tim-Tim Besar yang Gagal Ikut Piala Dunia 2026
3. Khvicha Kvaratskhelia
Khvicha Kvaratskhelia menjadi pemain kunci ketika Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions. Ia bahkan mencetak gol dalam kemenangan telak 5-0 di partai final, menunjukkan pengaruh besar di timnya.
Performa impresifnya di level klub membuatnya masuk dalam jajaran pemain terbaik dunia, dengan finis di posisi ke-12 Ballon d’Or 2025. Prestasi ini menegaskan statusnya sebagai salah satu bintang besar Eropa saat ini.
Namun, kiprah internasional Kvaratskhelia tidak secerah di klub. Georgia tampil mengecewakan di kualifikasi Piala Dunia 2026, hanya meraih tiga poin di grup yang dihuni Spanyol, Turki, dan Bulgaria.
Akibat hasil buruk tersebut, Kvaratskhelia harus menunda mimpinya bermain di panggung Piala Dunia. Meskipun bintang di klub, kesempatan mengukir sejarah bersama tim nasional tetap tertunda.
4. Robert Lewandowski
Robert Lewandowski tetap menjadi tulang punggung Polandia di berbagai turnamen internasional. Ia tampil di Piala Dunia 2018 dan 2022 dengan kontribusi penting, meski hasil tim bervariasi.
Di babak kualifikasi Piala Dunia 2026, Lewandowski berhasil mencetak empat gol untuk Polandia, menunjukkan ketajamannya tetap terjaga meski usianya terus bertambah.
Sayangnya, Polandia gagal melaju ke putaran final setelah kalah 2-3 dari Swedia di babak play-off. Kekalahan ini menutup kesempatan mereka tampil di turnamen besar mendatang.
Hasil pahit ini berpotensi menandai akhir era Lewandowski di pentas Piala Dunia. Peluangnya untuk tampil di edisi berikutnya menjadi semakin terbatas mengingat usianya kini 37 tahun.
Baca Juga : Kartu Merah Bastoni Berujung Gagalnya Italia ke Piala Dunia 2026
5. Victor Osimhen
Victor Osimhen menunjukkan ketajamannya bersama Napoli sebelum pindah ke Galatasaray. Di klub barunya, ia tampil impresif dengan 26 gol dari 30 pertandingan, menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik Afrika.
Meski konsisten di level klub, Osimhen gagal membawa Nigeria lolos ke Piala Dunia 2026. Timnya hanya finis di belakang Afrika Selatan pada fase grup kualifikasi.
Kesempatan kedua melalui babak play-off juga tidak berjalan mulus. Nigeria kalah adu penalti dari Republik Demokratik Kongo, yang menutup jalan mereka ke turnamen empat tahunan tersebut.
Kegagalan ini menjadi pukulan berat bagi Osimhen, sekaligus mengingatkan bahwa performa individu terbaik pun tidak selalu cukup jika tim tidak mampu melaju bersama.
6. Dominik Szoboszlai
Dominik Szoboszlai tampil gemilang bersama Liverpool musim ini, menunjukkan kemampuan sebagai gelandang serang dengan tembakan jarak jauh yang mematikan dan visi bermain yang impresif. Ia menjadi salah satu pemain kunci di lini tengah klub Inggris tersebut.
Sayangnya, keberhasilan Szoboszlai di level klub tidak diikuti oleh tim nasional Hungaria. Timnya gagal melaju ke Piala Dunia 2026 setelah kehilangan keunggulan di laga penentuan.
Republik Irlandia membalikkan keadaan dengan dua gol di masa injury time, membuat Hungaria tersingkir secara dramatis. Kekalahan itu memupus harapan Szoboszlai untuk tampil di turnamen empat tahunan ini.
Kegagalan ini menjadi pukulan besar bagi gelandang 22 tahun itu, sekaligus pengingat bahwa performa individu terbaik di klub tidak selalu menjamin kesuksesan tim di kualifikasi internasional.
Baca Juga : Menuju Piala Dunia 2026, Scaloni Pastikan Seleksi Argentina Sangat Ketat