pialadunia2026.cc - AC Milan harus menelan kekalahan mengejutkan saat menjamu Parma di San Siro, hasil yang sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahkan 24 laga mereka di Serie A musim ini.

Selain itu, tren apik Rossoneri dalam selalu mencetak gol juga putus setelah sembilan belas pertandingan beruntun, memberikan pukulan telak bagi ambisi tim di papan atas klasemen.

“Kami tentu saja tidak senang dengan hasil pertandingan malam ini,” ujar Marco Landucci kepada Sky Sport Italia. “Parma bermain sangat baik dan seolah-olah bola tidak mau masuk ke gawang kami malam ini,” sambungnya, menegaskan frustrasi yang dirasakan skuad Milan setelah performa solid mereka gagal berbuah poin.

Kekalahan ini menjadi peringatan bahwa, meski dominan di klasemen, Milan masih bisa tersandung saat menghadapi tim-tim yang disiplin dan siap memanfaatkan peluang sekecil apa pun.

Kontroversi VAR dan Kurangnya Keberuntungan

Pertandingan berjalan sangat ketat hingga gol penentu kemenangan Parma lahir di menit-menit akhir. Sundulan Mariano Troilo sempat dianulir oleh wasit sebelum akhirnya disahkan melalui VAR, menambah drama dalam laga di San Siro ini.

Baca Juga : Mariano Troilo Jadi Man of the Match di Laga AC Milan vs Parma

AC Milan sebenarnya memiliki beberapa peluang emas, termasuk tendangan voli keras dari bintang mereka, Rafael Leao. Sayangnya, bola hanya membentur tiang gawang dan gagal berbuah gol, menambah rasa frustrasi skuad Rossoneri.

“Kami memang kurang beruntung malam ini, ditambah banyak pemain cedera dan bola yang membentur tiang,” ujar Marco Landucci. “Kami sangat menginginkan tiga poin, jadi rasanya sangat mengecewakan, tapi kami akan bangkit mulai Selasa,” tegasnya.

Kekalahan ini menjadi bukti bahwa dalam sepak bola, faktor keberuntungan dan keputusan VAR bisa menjadi penentu hasil, bahkan bagi tim sekelas Milan.

Cedera Beruntun di Menit-Menit Awal

Nasib buruk sudah menghantui AC Milan bahkan sebelum peluit kick-off dibunyikan. Matteo Gabbia mengalami cedera saat pemanasan, memaksa tim melakukan perubahan skuat mendadak menjelang pertandingan.

Situasi semakin sulit ketika Ruben Loftus-Cheek harus ditandu keluar lapangan akibat benturan keras. Gelandang asal Inggris itu menderita luka di wajah dan kerusakan pada bagian giginya, meninggalkan kerentanan di lini tengah Milan.

“Saya pikir Serie A adalah liga tersulit di dunia karena persaingan yang sangat seimbang,” ujar Marco Landucci. “Ada pertandingan yang memang tidak berpihak kepada Anda, seperti saat Gabbia dan Loftus-Cheek mengalami cedera mendadak,” tambahnya, menekankan betapa faktor cedera bisa memengaruhi hasil laga.

Baca Juga : Hasil Milan vs Parma: Kekalahan Memalukan di San Siro, Rossoneri Kian Jauh dari Inter

Kejadian ini menambah frustrasi Rossoneri, yang sudah harus menghadapi lawan disiplin sekaligus tantangan psikologis akibat kehilangan pemain kunci sejak awal pertandingan.

Ambisi Kembali ke Liga Champions

Kekalahan dari Parma membuat jarak poin AC Milan dengan Inter Milan melebar menjadi sepuluh angka, sebuah pukulan berat bagi ambisi juara Rossoneri. Marco Landucci kini berupaya menenangkan mental para pemain agar tidak terlalu larut dalam kekecewaan.

Fokus utama tim saat ini adalah mengamankan posisi di empat besar dan memastikan tiket ke Liga Champions musim depan. Landucci menekankan pentingnya konsentrasi pada perjalanan tim sendiri, tanpa terlalu memikirkan hasil tim pesaing.

“Tim merasa sangat kecewa, dan kami telah mencoba untuk meyakinkan mereka agar kembali fokus,” ujar Landucci. “Tujuan utama kami adalah kembali ke Liga Champions, dan kami harus fokus pada perjalanan kami sendiri,” tutupnya, menegaskan tekad Rossoneri untuk bangkit meski dihantam hasil buruk.

Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan Milan musim ini masih panjang, dan konsistensi menjadi kunci untuk tetap berada di jalur Liga Champions.

Baca Juga : Suporter Inter yang Lempar Petasan ke Emil Audero Akhirnya Minta Maaf