pialadunia2026.cc - Niccolò Pisilli menjadi bintang utama ketika AS Roma menaklukkan VfB Stuttgart di Liga Europa. Gelandang muda itu mencetak brace krusial yang membawa Giallorossi menang 2-0 di Stadio Olimpico.

Kemenangan ini langsung mendongkrak posisi Roma ke peringkat enam klasemen sementara, sekaligus memastikan mereka minimal mengantongi tiket play-off menuju fase gugur.

Atmosfer pertandingan juga terasa lebih emosional karena kehadiran Francesco Totti di tribun. Sang legenda kembali menyaksikan laga Roma dari stadion setelah hampir tiga tahun absen, membuat malam di Olimpico terasa spesial bagi seluruh Romanisti.

Baca Juga : Roma Raih Kemenangan Telak 3-0 atas Celtic

Di hadapan sang idola, Pisilli tampil bak pemain matang. Dua golnya bukan hanya penting secara hasil, tapi juga menjadi pernyataan kualitas dari gelandang muda akademi Roma. Usai laga, ia menyebut malam tersebut sebagai mimpi yang menjadi kenyataan bagi seorang Romanista sejati.

Panggung Impian Bagi Romanista

Niccolò Pisilli benar-benar menjadikan laga ini sebagai panggungnya. Gol pertama lahir sesaat sebelum turun minum dari sudut sempit, setelah ia memanfaatkan umpan terobosan cerdas Matias Soulé dan mengecoh kiper Alexander Nübel dengan penyelesaian dingin.

Drama belum selesai. Di masa injury time babak kedua, giliran Paulo Dybala yang mengirimkan umpan tersamar ke ruang kosong. Pisilli menyambutnya dengan tendangan keras yang mengunci kemenangan 2-0 untuk Giallorossi.

Bagi Pisilli—produk asli akademi Roma—malam ini terasa sangat emosional. Selain mencetak brace, ia melakukannya di markas sendiri dengan mengenakan seragam klub yang ia cintai sejak kecil, di tengah keraguan publik soal masa depannya beberapa bulan terakhir.

“Bermain untuk Roma adalah mimpi bagi saya, karena saya seorang Romanista,” tegas Pisilli usai laga.

Ketika Sihir Totti Bertemu Rotasi Skuad

Kemenangan Roma terasa semakin spesial karena hadir di tengah rotasi skuad besar-besaran. Pelatih melakukan tujuh perubahan dari tim yang sebelumnya menundukkan Torino di Serie A.

Absennya nama-nama penting seperti Artem Dovbyk dan Stephan El Shaarawy akibat cedera membuat situasi makin menantang. Sementara itu, Donyell Malen tak bisa tampil karena kendala regulasi, membuat lini depan harus diatur ulang.

Namun, di tengah keterbatasan tersebut, semangat Giallorossi justru semakin membara—terlebih dengan hadirnya Francesco Totti di tribun. Sosok Sang Pangeran seolah membawa aura magis, membuat para pemain tampil seolah ingin membuktikan sesuatu di depan sang legenda.

Baca Juga : Hasil Liga Europa: Roma Menang 3-0, Talisca Cetak Hattrick, Enam Tim Lolos

Pisilli menjadi simbol dari tekad itu. Usai laga ia menegaskan komitmennya pada klub:

“Saya 100 persen fokus pada Roma dan akan tetap begitu sampai hari terakhir saya di sini.”

Pertandingan Berjalan Dramatis

Laga berjalan ketat dan penuh tensi, mengingat kedua tim sama-sama mengantongi 12 poin sebelum kick-off. Stuttgart langsung menebar ancaman lewat peluang emas Deniz Undav, namun Mile Svilar tampil sebagai tembok kokoh di bawah mistar.

Kiper asal Serbia itu melakukan penyelamatan krusial satu lawan satu, dan tak lama kemudian berhasil menepis tembakan jarak dekat Ermedin Demirovic. Tanpa aksi-aksi tersebut, jalannya pertandingan bisa berakhir berbeda.

Di lini belakang, kerja keras Roma terlihat jelas. Gianluca Mancini bahkan harus beberapa kali menjatuhkan diri untuk memblok peluang dari jarak dekat, memastikan Stuttgart tidak leluasa mencuri gol.

Sementara itu, serangan balik Stuttgart beberapa kali terlihat menjanjikan, namun penyelesaian akhir yang buruk membuat upaya mereka terbuang sia-sia. Para penyerang tamu gagal memanfaatkan bola pantul berbahaya yang sempat tercipta di kotak penalti Roma.

Axistogel