pialadunia2026.cc - Manchester City menorehkan momen penting di Anfield dengan membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas Liverpool. Hasil ini tak hanya menjaga posisi mereka di papan atas, tapi juga mengirim sinyal tegas dalam persaingan gelar Premier League musim 2025-2026.

Liverpool sempat memimpin melalui gol Dominik Szoboszlai, namun City menunjukkan karakter juara dengan comeback dramatis. Gol penentu baru tercipta di masa tambahan waktu, menyudahi rangkaian momen tegang yang membuat atmosfer Anfield memanas hingga peluit akhir.

Bagi Pep Guardiola, kemenangan ini terasa istimewa. “Anfield selalu angker, penuh sejarah dan tradisi. Ini kali pertama saya merayakan kemenangan di sini dengan penonton di tribun. Rasanya luar biasa,” kata Guardiola.

Kemenangan ini sekaligus menjaga tekanan City terhadap Arsenal tetap hidup, membuktikan bahwa mereka belum menyerah dalam perburuan gelar.

Comeback Dramatis City dan Gol Penentu Haaland

Manchester City memang harus bekerja keras untuk mencuri tiga poin di Anfield. Meski mendominasi penguasaan bola di babak pertama, peluang bersih yang mereka ciptakan terbatas. Liverpool baru benar-benar menggeliat di babak kedua dan berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-74 lewat tendangan bebas jarak jauh Dominik Szoboszlai yang menaklukkan Ederson.

Baca Juga : Man City Tak Mau Gagal di Perebutan Gelar Premier League

Namun euforia tuan rumah hanya bertahan sebentar. Bernardo Silva menjadi penyelamat City, menyamakan skor sebelum pertandingan memasuki fase paling menegangkan.

Drama memuncak di menit ketiga injury time. Matheus Nunes dijatuhkan Alisson Becker di kotak penalti, memberi City hadiah penalti. Tanpa ragu, Erling Haaland mengeksekusinya dengan tenang, memastikan kemenangan dramatis 2-1 bagi tim tamu dan menutup malam penuh ketegangan di Anfield.

Guardiola Rayakan Kemenangan Bersejarah di Anfield

Pep Guardiola akhirnya merasakan manisnya kemenangan di Anfield dengan penonton hadir penuh di tribun. Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi sang pelatih di kandang Liverpool sepanjang kariernya, dan yang pertama sejak stadion kembali dipenuhi suporter—setelah terakhir City menang lima tahun lalu di tengah stadion kosong karena pandemi.

“Akhirnya kami menang di Anfield. Selalu sulit di sini, dan saya sangat bahagia untuk para pemain. Liverpool selalu memulai dengan kuat, jadi kami harus lebih kuat dari awal,” kata Guardiola usai laga.

Guardiola juga menekankan atmosfer khas Anfield yang selalu menekan tim tamu. “Semoga kami tidak pernah datang ke sini lagi tanpa penonton. Anfield tetap unik—tradisi, sejarah, dan para suporter membuat segalanya terasa lebih intens. Lapangannya pun berbeda dari Etihad, semuanya terasa lebih sempit dan menantang,” tambahnya.

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, tapi juga bukti mental juara City yang mampu menaklukkan salah satu stadion paling angker di Premier League.

Persaingan Gelar dan Drama VAR di Anfield

Kemenangan dramatis Manchester City di Anfield membuat mereka semakin dekat dengan Arsenal, dengan jarak enam poin di puncak klasemen Premier League. Guardiola menilai selisih ini masih jauh lebih baik dibandingkan tertinggal lebih jauh, meski mengakui keunggulan Arsenal di berbagai aspek.

“Tentu banyak yang bertanya apakah perebutan gelar sudah selesai. Tapi enam poin lebih baik daripada sembilan. Masih ada 13 pertandingan tersisa, banyak hal bisa terjadi,” ujar Pep.

Baca Juga : Haaland Cetak Gol Perdana di Anfield, Man City Raih Kemenangan Dramatis

Pertandingan ini juga menyajikan momen kontroversial. City sempat berpikir telah mencetak gol ketiga ketika Rayan Cherki melepaskan tembakan dari setengah lapangan. Namun, VAR menganulir gol tersebut karena menilai Erling Haaland dilanggar oleh Szoboszlai dalam prosesnya.

Kartu merah untuk Szoboszlai pun menjadi konsekuensi dari keputusan VAR, sehingga gelandang Liverpool itu dipastikan absen pada laga berikutnya melawan Sunderland. Meski drama VAR sempat memanas, City tetap meninggalkan Anfield dengan tiga poin berharga yang menguatkan posisi mereka di jalur persaingan gelar.