pialadunia2026.cc - AC Milan menelan kekalahan mengejutkan saat menjamu Parma di San Siro, Senin (23/2/2026) dini hari WIB, dalam pekan ke-26 Serie A 2025/2026. Skor akhir 0-1 membuat Rossoneri kian tertinggal di papan klasemen.

Gol tunggal Parma lahir pada menit ke-80, dicetak oleh Mariano Troilo lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok. Milan berusaha keras untuk menyamakan skor, menciptakan sejumlah peluang, tetapi gagal menembus pertahanan Parma yang disiplin dan rapat.

Hasil ini membuat AC Milan tetap berada di posisi kedua dengan 54 poin, namun jarak dengan Inter Milan yang memimpin klasemen kini melebar menjadi 10 poin—sinyal bahwa persaingan gelar semakin menantang bagi Rossoneri.

Bagi Parma, kemenangan ini menjadi suntikan moral penting. Tim asuhan Carlos Cuesta naik ke posisi ke-12 dengan 32 poin dari 26 laga, membuktikan kemampuan mereka menghadapi tim-tim papan atas dengan strategi solid dan determinasi tinggi.

Kekalahan ini menjadi peringatan bagi Milan bahwa perjuangan mereka mempertahankan posisi di Serie A musim ini masih jauh dari aman.

Baca Juga : Suporter Inter yang Lempar Petasan ke Emil Audero Akhirnya Minta Maaf

Babak Pertama

Parma langsung menunjukkan ancamannya sejak menit kedua, ketika Mateo Pellegrino melepaskan tembakan pertama di dalam kotak penalti Milan. Upayanya berhasil diblok, hanya menghasilkan sepak pojok bagi tim tamu.

AC Milan merespons dengan percobaan dari luar kotak penalti oleh Ardon Jashari, namun tembakannya melenceng jauh dari sasaran. Tak lama kemudian, Jashari kembali mendapat peluang setelah menerima umpan terobosan matang, namun sepakannya tepat mengarah ke kiper Edoardo Corvi, yang dengan sigap melakukan penyelamatan.

Tekanan tuan rumah berlanjut lewat sundulan Rafael Leao dari situasi bola mati. Sekali lagi, Corvi tampil gemilang menepis peluang berbahaya tersebut.

Menjelang turun minum, Christian Pulisic dan Alexis Saelemaekers memperoleh peluang emas untuk membawa Milan unggul. Namun, kedua upaya tersebut gagal menemui sasaran, sehingga babak pertama berakhir dengan skor 0-0, meski Milan tampak lebih dominan dalam penguasaan bola dan peluang.

Babak Kedua

Selepas jeda, AC Milan meningkatkan intensitas serangan, mencoba memecah kebuntuan. Christian Pulisic sempat menyambar bola muntah di dalam kotak penalti, namun tembakannya berhasil diblok oleh pemain bertahan Parma.

Beberapa menit kemudian, Rafael Leao hampir membawa Milan unggul pada menit ke-64. Ia mengontrol umpan silang dengan baik dan melepaskan sepakan keras, sayangnya bola hanya membentur tiang kanan gawang, memupus peluang emas Rossoneri.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-80. Emanuele Valeri mengirimkan sepak pojok akurat, disambut dengan sundulan tajam oleh Mariano Troilo, membawa Parma unggul 1-0. Gol tersebut sempat ditinjau melalui VAR oleh wasit Marco Piccinini, namun setelah pemeriksaan, gol dinyatakan sah.

Baca Juga : AC Milan Hajar Bologna 3-0, 5 Hal Penting yang Bisa Dipetik dari Pertandingan

Di sisa waktu, Milan tampil menyerang habis-habisan untuk mengejar gol penyama kedudukan. Namun, lini belakang Parma tampil disiplin dan solid, menahan segala upaya Rossoneri hingga peluit panjang berbunyi. Kekalahan tipis 0-1 membuat Milan harus menerima kenyataan pahit di San Siro.

Babak Kedua

AC Milan menurunkan formasi 3-5-2 dengan Mike Maignan di bawah mistar. Lini belakang diisi oleh Fikayo Tomori, Koni De Winter, dan Davide Bartesaghi. Di lini tengah, Alexis Saelemaekers, Ruben Loftus-Cheek, Luka Modric, Adrien Rabiot, dan Pervis Estupinan bertugas mengatur permainan, sementara lini depan dipercayakan kepada Christian Pulisic dan Rafael Leao. Tim asuhan Massimiliano Allegri mengandalkan kombinasi pengalaman dan kecepatan untuk menekan Parma.

Sementara itu, Parma juga menggunakan skema 3-5-2. Edoardo Corvi menjaga gawang, didukung oleh trio bek Enrico Del Prato, Mariano Troilo, dan Lautaro Valenti. Lini tengah diisi oleh Sascha Britschgi, Adrian Bernabe, Mandela Keita, Christian Ordonez, dan Emanuele Valeri, yang berperan ganda dalam menyerang dan bertahan. Di lini depan, Gabriel Strefezza dan Mateo Pellegrino menjadi andalan untuk menebar ancaman ke gawang Milan. Pelatih Carlos Cuesta menekankan kedisiplinan pertahanan dan serangan cepat sebagai strategi utama tim tamu.