pialadunia2026.cc - Ivan Toney membuat keputusan besar yang bisa menentukan arah kariernya. Striker Al-Ahli itu memilih menolak ketertarikan Juventus demi satu tujuan utama: menjaga peluang tampil bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.
Juventus sebenarnya tengah bergerak agresif di bursa transfer. Pelatih Luciano Spalletti ingin segera menambah daya gedor lini depan sebelum jendela transfer ditutup, demi mempertahankan momentum positif Bianconeri di paruh musim.
Situasi semakin membuka peluang ketika Tottenham Hotspur bersikeras mempertahankan Randal Kolo Muani. Nama Toney pun muncul sebagai alternatif utama yang dinilai cocok dengan kebutuhan Juventus.
Namun, rencana Si Nyonya Tua harus kandas. Toney justru memilih bertahan di Liga Arab Saudi, keputusan yang didasari ambisi pribadinya di level internasional. Penyerang berusia 29 tahun itu tak ingin mengambil risiko yang bisa mengganggu peluangnya masuk skuad Inggris.
Apalagi, pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel disebut telah memasukkan Toney dalam rencana jangka panjang menuju Piala Dunia 2026. Kepercayaan itu menjadi faktor penting yang membuat sang striker lebih memilih konsistensi dan menit bermain di klubnya saat ini.
Baca Juga : FIFA Ancam Sanksi bagi Negara yang Boikot Piala Dunia 2026
Bagi Toney, mimpi tampil di panggung terbesar sepak bola dunia jelas lebih bernilai daripada godaan bergabung dengan raksasa Serie A.
Tetap Produktif
Keputusan bertahan di Arab Saudi bukan tanpa dasar. Ivan Toney merasa performanya justru berada di level terbaik. Statusnya sebagai top skor sementara Liga Pro Saudi dengan koleksi 18 gol menjadi bukti bahwa ketajamannya belum luntur.
Bagi Toney, konsistensi mencetak gol adalah kunci utama untuk menjaga asa tampil di Piala Dunia. Ia percaya produktivitas di level klub, di mana pun kompetisinya, akan tetap menjadi nilai penting di mata tim pelatih Inggris.
“Saya merasa sedang berada dalam performa yang bagus sekarang. Terus mencetak gol di sini akan memberi saya peluang yang lebih kuat untuk tampil di apa yang mungkin menjadi satu-satunya Piala Dunia saya,” ungkap Toney.
Penyerang berusia 29 tahun itu juga sadar betul ketatnya persaingan di lini depan The Three Lions. Nama Harry Kane masih menjadi tolok ukur utama.
“Harry Kane adalah penyelesai peluang terbaik di sepak bola. Statistiknya luar biasa. Saya rasa dia mencetak lebih banyak gol daripada jumlah pertandingan yang dimainkan,” ujar Toney, mengakui kualitas kapten timnas Inggris tersebut.
Namun, di tengah persaingan yang sengit itu, Toney memilih fokus pada satu hal: terus mencetak gol dan membiarkan performanya berbicara.
Sulit Menjebol Gawang Lawan
Ivan Toney menegaskan, mencetak gol di Liga Arab Saudi bukan hal yang mudah.
“Bagi saya, tidak mudah mencetak gol di liga ini. Ini sulit. Tapi berada di tim seperti sekarang memberi saya kesempatan,” katanya.
Baca Juga : Tolak Boikot, Jerman Pastikan Tetap Tampil di Piala Dunia 2026
Keberhasilan Toney juga tak lepas dari dukungan rekan-rekannya.
“Kami punya beberapa pemain bagus yang senang memberi assist, dan untungnya bagi mereka, mereka memiliki striker yang suka mencetak gol dan selalu menginginkan lebih,” ungkapnya.
Bukti ketajamannya terlihat pekan lalu, ketika Toney mencetak hat-trick untuk Al-Ahli. Dengan total 18 gol sejauh ini, ia kini unggul dua gol atas Cristiano Ronaldo yang berada di posisi ketiga daftar top skor Liga Arab Saudi.
Produktivitas Toney di Arab Saudi bukan hanya angka—ini juga tiket potensialnya untuk memperkuat Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.