pialadunia2026.cc - AC Milan pulang dari Renato Dall’Ara dengan kemenangan meyakinkan, menaklukkan Bologna 3-0 pada pekan ke-23 Liga Italia 2025/2026, Rabu (04/02/2026) dini hari WIB. Laga ini sekaligus menjadi bukti bahwa Rossoneri semakin matang dalam persaingan papan atas Serie A.
Sejak awal, Milan langsung mengambil kendali permainan. Dominasi lini tengah dan pertahanan yang solid membuat tim tamu mampu mengontrol ritme pertandingan dengan nyaman, tanpa terlalu banyak kesulitan.
Gol pertama tercipta pada menit ke-20 lewat Ruben Loftus-Cheek, yang dengan cermat memaksimalkan umpan matang dari Adrien Rabiot. Kepercayaan diri tim terus meningkat, terlihat dari aliran serangan yang konsisten dan penguasaan bola yang efektif.
Christopher Nkunku menggandakan keunggulan Milan lewat eksekusi penalti pada menit ke-39, sebelum Rabiot menutup pesta gol dengan tembakan di menit ke-58. Kemenangan ini membawa Milan mengumpulkan 50 poin dari 23 laga, menjaga jarak lima angka dari rival sekota, Inter Milan, yang masih memimpin klasemen.
Hasil ini sekaligus mengirim sinyal kuat kepada pesaing bahwa Milan siap menempel ketat dan tetap menjadi kandidat serius juara Serie A musim ini.
Performa Jashari Mulai Menunjukkan Potensi
Ardon Jashari kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah melewati masa sulit akibat cedera panjang. Masuk dari bangku cadangan, gelandang muda ini langsung memberi suntikan energi segar bagi permainan AC Milan.
Jashari tampil disiplin, beberapa kali sukses merebut bola di area-area krusial, sekaligus menjaga aliran permainan tetap rapi saat Milan memilih tempo aman untuk mempertahankan keunggulan.
Baca Juga : AC Milan Pesta Gol Hajar Bologna, Rabiot Sebut Kemenangan Bisa Lebih Telak
Momen paling menonjol datang dari umpan terobosan panjangnya yang akurat, hampir menjadi assist bagi Niclas Fullkrug. Meski peluang itu tidak berbuah gol, kontribusi Jashari memberi sinyal kuat bahwa peran sang gelandang akan semakin vital bagi tim ke depan.
Koni De Winter Tampil Solid dan Konsisten
Koni De Winter kembali membuktikan perkembangan positifnya di lini belakang AC Milan. Bek asal Belgia ini tampil lebih tenang dan dominan dibandingkan penampilan sebelumnya, menunjukkan kematangan yang makin menonjol.
De Winter memanfaatkan fisiknya dengan baik untuk memenangkan duel udara maupun ground duel, sekaligus memotong aliran bola Bologna dengan cermat. Penempatan posisinya yang disiplin membuat lini pertahanan Milan relatif aman sepanjang pertandingan.
Tak hanya bertahan, ia juga menunjukkan kepercayaan diri saat menguasai bola dan membantu transisi dari belakang ke lini tengah, menegaskan bahwa De Winter semakin layak menjadi opsi utama di sektor pertahanan Rossoneri.
Lini Serang Tetap Tajam Tanpa Leao dan Pulisic
Absennya Rafael Leao dan Christian Pulisic sempat menimbulkan tanda tanya besar jelang laga. Ditambah lagi, Niclas Fullkrug memulai pertandingan dari bangku cadangan, membuat lini serang Milan tampak penuh ketidakpastian.
Namun, duet tak terduga Christopher Nkunku dan Ruben Loftus-Cheek justru berhasil menjawab semua keraguan. Loftus-Cheek membuka skor dengan sentuhan cerdas, sementara Nkunku dengan tenang memenangkan sekaligus mengeksekusi penalti untuk menggandakan keunggulan.
Baca Juga : Inter vs Arsenal di Giuseppe Meazza: Duel Superioritas Penguasa Serie A dan Premier League
Keduanya aktif dalam setiap fase menyerang, menjaga Milan tetap tajam meski tanpa dua bintang utamanya. Kedalaman skuad Rossoneri pun kembali terbukti, mampu menutup celah dengan efisien dan membawa tim pulang dengan kemenangan nyaman.
Duet Andalan Lini Tengah AC Milan

Lini tengah Milan kembali menunjukkan taji mereka sebagai pengendali permainan berkat duet Luka Modric dan Adrien Rabiot. Modric mengatur tempo dengan tenang, memanfaatkan teknik apiknya untuk menjaga aliran bola bahkan di area sempit.
Rabiot melengkapi permainan dengan kontribusi langsung, baik lewat assist maupun gol. Kecerdikannya membaca situasi, terutama saat memanfaatkan kesalahan lawan di awal babak kedua, membuat serangan Milan semakin tajam.
Tak hanya ofensif, keduanya juga menjaga keseimbangan tim, menutup ruang bagi lawan, dan membantu Milan mengontrol bola sepanjang pertandingan. Dominasi lini tengah ini membuat Bologna kesulitan mengembangkan permainan hingga peluit akhir dibunyikan.
Baca Juga : Adrien Rabiot Terpilih sebagai Man of the Match Como vs Milan
Allegri Dipuji atas Strateginya
Keputusan Massimiliano Allegri untuk merotasi pemain kembali terbukti jitu. Dengan mengistirahatkan Rafael Leao dan Christian Pulisic demi menjaga kebugaran jangka panjang, sang pelatih menunjukkan perencanaan matang.
Meski sempat ada keraguan, Milan justru tampil dominan sejak menit awal hingga peluit akhir. Tim berhasil mencetak tiga gol, menjaga gawang tetap bersih, dan bahkan sempat memiliki peluang untuk menambah keunggulan.
Langkah Allegri ini menegaskan kemampuannya memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Konsistensi Milan dalam laga-laga besar kembali menjadi bukti bahwa sentuhan sang pelatih semakin terasa di setiap lini.
